Hiburan

Published on February 27th, 2017 | by Oji Kebumen

Face The Pain: Kisah Lagu Hardcore Stemm yang Menjadi Lagu Tema UFC

Stemm: Ini sebuah kebetulan saja sebenarnya, namun datang di saat dan tempat yang tepat.

Fans MMA dimanapun pasti tidak asing dengan lagu Face The Pain milik band Stemm, ya lagu itu adalah lagu tema milik UFC, yang mana seakan perjalanan lagu itu seiring dengan sejarah UFC. Awalnya lagu itu hanya lagu rock biasa saja dan hadir dari sebuah band yang tidak terkenal di tahun 2000, namun 1 tahun berikutnya tepatnya ketika Dana White ditunjuk menjadi CEO dan Presiden UFC. Manajemen UFC memutuskan ingin mencari lagu yang tepat sebagai ciri khas UFC, namun dimana mereka bisa menemukan itu?

Di tahun 2002 Stemm mengadakan konser rock di air terjun Niagara, kebetulan Joe Cafarella (vokalis Stemm) mempunyai teman bernama Bruce Wojick, yang mana Wojick sendiri mempunyai koneksi dengan produser yang bekerja di UFC, sang produser berkata kepada Wojick bahwa dia sedang mencari lagu yang pas untuk UFC sebagai tema event PPV atau siaran televisi. Lalu Wojick berkata kepada Cafarella untuk memberikan demo track musik Stemm untuk dikirim ke markas UFC di Las Vegas.

5 hari kemudian jawaban dari Zuffa datang dengan cepat, mereka langsung memanggil Stemm dan mengatakan ingin berbicara untuk kesepakatan, dalam kesempatan itu Cafarella juga dikenalkan dengan Dana White dan Lorenzo Fertitta, dan Dana mengaku dia sangat suka type musik seperti itu, dia suka dengan sound dan musik Stemm. “Mereka (Zuffa) bertanya apakah mereka bisa menggunakan musik kami?, tentu saja kami memperbolehkannya, kami sangat-sangat senang dengan itu,” kata Cafarella dan akhirnya mereka sepakat.

Dalam event UFC 37.5: As Real As It Gets, yang mana headliner-nya adalah pertarungan Chuck Liddell vs Vitor Belfort lagu Face The Pain pertama kali diputar. “Aku sangat ingat ketika kami duduk bersama dan meilhatnya, kami merasa takjub bahwa musik kami bisa diputar di siaran televisi. Reaksi mereka (UFC/Zuffa) sangat baik mereka berkata ingin menggunakan musik kami lagi dan lagi, dan sepertinya mereka suka bekerjasama dengan kami, karena kami adalah orang yang mudah bekerjasama (dengan siapa saja),” aku Cafarella.

Ketika ditanyakan bagaimana awal mula lagu tersebut bisa tercipta, Cafarella sendiri hanya menjawab itu hanya seperti inspirasi yang datang tiba-tiba dan itu biasa. “Kadang ketika kamu sedang mendapatkan inspirasi baik dari seseorang atau lainnya, itu seperti mengalir saja begitu cepatnya, baik lirik dan inspirasi datang begitu saja,” lanjut Cafarella.

Dari tahun 2002 sampai sekarang lagu-lagu Stemm terus saja masih bisa kita dengar dalam berbagai acara UFC, baik ketika timbang badan, jeda iklan atau promo kapanpun, Cafarella berkata bahwa UFC memakai kira-kira 12 lagu milik Stemm sehingga dia mengaku sangat senang dengan hal itu, bahkan UFC memperlakukan mereka seperti bintang rock. “Mereka memperlakukan kami layaknya superstar rock, Dana adalah penggemar musik cadas, dia suka band-band seperti Limp Bizkit dan Korn, tetapi dia suka sound kami, sikap kami dan juga lirik-lirik yang kami tulis, terutama mungkin ini tentang (kandungan tentang lirik dengan tema) bertarung tanpa kenal menyerah dan sikap yang baik. Itulah yang sangat dia sukai dari kami.

Sejarah Stemm memang seperti sejarah UFC yang jelas dengan pundi-pundi uang yang sangat banyak yang dimiliki UFC saat ini, tidak lantas membuat mereka mau menggelontorkan receh untuk sekedar membeli lagu mahal dari band-band rock atau metal besar seperti Metalica atau Korn atau Limp Bizkit dan sebagainya. Nyatanya lagu Face The Pain sampai saat ini masih kita dengarkan dan kalau mau dicatat mungkin sudah puluhan ribu kali lagu ini diputar UFC.

Bosan atau tidak bosan, kuno atau tidak kuno itu adalah pendapat kita masing-masing. Yang jelas Face The Pain adalah seperti tonggak kesuksesan Stemm dan juga UFC. Royalti pastinya masih mengalir terus dan masuk ke kantong personel Stemm.


About the Author

Pejuang Emansipasi Pria, Pemilik Cinta ½ Hidup, Buruh Pekerja Lunak & Pengusaha Kecil Modal Dengkul.



Back to Top ↑