Kolom

Published on February 9th, 2017 | by Mikael Dewabrata

Jimmie Rivera: Juara Tiga Arena yang Menanti Sabuk Kelas Bantam UFC

Petarung top UFC di kelas Bantam memberikan beberapa kata untuk Rondesatu.com. Simak profil lengkapnya dan kans dia di UFC.

UFC adalah tempat di mana petarung-petarung terkuat di dunia berlabuh. Dan, di antara banyaknya nama di situ, ada saja petarung yang memiliki rekor wah namun belum mendapat kesempatan banyak. Jimmie Rivera adalah salah satu petarung MMA yang punya rententan kemenangan mengerikan, 19 kali. Namun, di kelas Bantam dia relatif kurang dikenal. Walau, akhirnya namanya mulai naik setelah mampu mengalahkan Urijah Faber.

Rondesatu.com sangat beruntung bisa berbicara dengan Jimmie. Sebagai petarung MMA, dia memiliki kepribadian yang menarik. Salah satu hal yang membuat orang terkesan, baru-baru ini dia menolak melawan Marlon Vera. Alasannya sangat kuat. Dia tidak mau orang melihatnya sebagai seorang bully, dan hanya bertarung demi uang. Marlon memang hanya punya waktu satu minggu persiapan melawan Jimmie.

“(Alasanku untuk menolak) itu sederhana. Level pengalamanku untuk sekaliber aku ada jauh di atas dia. Pertarungan itu tentunya bakal jadi sangat mudah untukku jika itu demi uang. Tetapi, itu tidak membuatku mendekati gelar juara,” ujarnya tentang tarung lawan Marlon Vera. “Tujuan saya di UFC bukan menjadi petarung UFC, tetapi jadi juara UFC di 135.”

Menjadi juara memang hal yang selau dia tekankan. Menantang eks juara adalah salah satu cara dia agar kesempatan title shot terbuka. Di kesempatan lalu, Jimmie sempat bicara soal TJ Dillashaw atau Dominick Cruz. Dia sudah mengatakannya terang-terangan kalau Cruz itu pengecut. Pun dia tidak menolak pertarungan apapun asal itu sesuai dengan kompetisi yang dia harapkan. Raphael Assuncao atau John Lineker, keduanya dia tidak menampik.

Dari rekor 20-1 yang dia pegang selama ini, tidak sedikit yang mempertanyakan kenapa dia kebanyakan ‘hanya’ menang lewat decision tau penilaian juri. Jimmie pun sadar itu. Kemenangan via KO terakhir dia adalah lawan Marcus Brimage di tahun 2015. Untuk hal ini dia juga memberikan komentar. Dia menyebut bahwa kadang di octagon, lawan menghindari permainan yang terbuka.

“Anda menang lewat penilaian, kadang lewat KO atau submission. Itu lah kenyataannya. Kadang itu sulit menjatuhkan lawan jika mereka juga tidak mencoba menjatuhkanmu. Contoh, jika saya terus bertemu Faber, maka dia juga akan berlari terus.”

Jimmie Rivera kini berusia 27 tahun. Usia matang baginya untuk meningkatkan karir MMA-nya, apalagi kini dia sudah ada di urutan penantang keenam. Pengalamannya sangat lama di olahraga ini. Jimmie mengaku bahwa dia sudah ada di Tiger Shulmanns sejak usia 9 tahun. Dari usia segitu dia sudah mengenal MMA, walau di tahun itu namanya masih Tiger Shulmanns Karate. Di tempat itu memang anak-anak diajarkan bela diri dan juga membangun kepercayaan diri dan disiplin.

Keluarga juga menjadi kekuatan Jimmie saat ada di octagon. “Mereka selalu khawatir tentang keselamatanku, itu kenapa mereka selalu berbicara tentang pertarungan yang akan aku hadapi, sekaligus memastikan kalau pertarungannya juga membantu aku meraih sabuk juara.”

Jimmie juga memberikan komentar soal petarung WSOF, Marlon Moraes yang kabarnya sedang membicarakan kontrak dengan UFC. Dia mengaku bahwa Marlon adalah kawannya, dan terkadang berlatih bersama. Pelatihnya adalah teman pelatih Jimmie. Pada dasarnya mereka tidak terlalu ingin bertarung melawan Jimmie. Namun, beda dengan manager Marlon.
“Manager brengseknya, Ali, yang ingin Marlon tarung lawan aku. Dengar, jika dia dan aku harus bertarung demi gelar, kita berdua pastinya mengerti. Tetapi, ini bersifat personal, saya juara tiga arena, Ring of Combat, King of The Cage, dan Cage Fury Fighting Championships. Saya menjuarainya, mempertahankannya, lalu saya tinggalkan. Saya mendapat waktu singkat ke UFC dan mengalahkan Marcus Brimage di 90 detik, sementara Cody butuh tiga ronde untuk mengalahkannya. Untuk itu saja saya tidak mendapat petarung top di laga awal. Menurutku akan adil jika (Marlon) harus naik tangga seperti saya.”

Jimmie juga sempat mengungkapkan keinginannya mengetahui lebih lanjut tentang Indonesia. “Aku tidak tahu terlalu banyak tentang Indonesia, jadi akan sangat menyenangkan untuk mendapat pengalaman berarti dan aku selalu senang mempelajari kultur baru selain yang saya kenal.”

Jimmie memang berhak menunjukkan pencapaiannya. Rekor 20-1 yang diraih bukan melawan petarung abal-abal. Jimmie termasuk petarung yang melewati berbagai promosi, dan sesuai dengan perkataan, dia menjuarai tiga di antaranya. Bayangkan, dia sudah berkali-kali menang di Bellator, sempat ada di WSOF, dan kini menjajal UFC. Kita tunggu apakah UFC juga meloloskan keinginannya untuk melawan petarung di atasnya dan melihatnya melawan Sang Juara di Bantam.

Tags:


About the Author



Back to Top ↑